Senja memerah meredupkan sinarnya
Seorang dara berdiri memandang jauh ditepi dermaga
Debur ombak tiada henti mengalun mengikis sepi
Ketika kepedihan berkecamuk di relung hati
Sejenak ia renungkan kisah hidupnya
Gurat-gurat kekecewaan membuatnya tertunduk lesu
Tak terasa bulir air mata jatuh menetes membasahi pipi lembutnya
Bulir-bulir itu perlahan jatuh ditelan sang ombak yang tiada henti berderu
Helai rambutnya terurai tertiup angin senja
Perlahan ia pejamkan mata tuk menata pilu yang kian menyayat pedih
Seiring senja didermaga yang perlahan menenggelamkan sinarnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar